Thy Shall Not…

Thy Shall Not…by Lukman Setiawan

Ulangan 5:1-8

Pada tahun 2005 salah satu tokoh politik Australia pernah mengajukan komentar, bahwa jika seseorang mengikuti 10 perintah Allah maka kehidupan orang tersebut akan menjadi lebih baik.  Media massa banyak yang menyerang tokoh politik ini dan banyak juga pihak yang berargumentasi mengenai komentar tokoh ini.  Apakah benar bahwa jika kita mengikuti 10 perintah Allah maka kehidupan kita akan lebih baik? Jawabannya tentu saja IYA.  Yesus Kristus, Tuhan kita pun mengenal, mendalami dan mematuhi perintah ini.

Apakah 10 perintah allah? 10 perintah ini tertulis dikitab Keluaran 20:1-17 dan Ulangan 5:1-21.  Hukum ini merupakan perjanjian bahwa Tuhan akan menjadi Allah mereka dan orang Israel akan menjadi umat pilihan Tuhan, jadi semacam pengangkatan atau ordinasi.  Menurut kitab Ulangan, firman ini langsung disampaikan kepada Musa digunung Horeb dan diteruskan oleh Musa kepada seluruh umat Israel, serta di tuliskan dalam 2 loh batu yang ditulis dengan jari Tuhan.

Beberapa orang berpikiran bahwa 10 perintah Allah adalah kondisi ideal dimana jemaat Tuhan seharusnya bersikap.  Namun saya secara pribadi percaya bahwa 10 perintah Allah adalah kondisi minimum untuk menjadi umat pilihan Tuhan.  Dalam beberapa seri majalah Acts ini saya akan mendiskusikan 10 perintah Allah. Dalam seri pertama ini saya akan mendiskusikan perintah pertama.

Sebelum mendiskusikan secara lebih dalam, kita harus sadar mengenai beberapa fakta: Pertama sesuai dengan ayat 1 & 2 hukum ini ditulis untuk ditaati dan ditujukan pada semua jemaat Tuhan. Kedua pada ayat ke-3 dijelaskan bahwa hukum ini ditujukan pada kita pada waktu ini, bukan hanya nenek moyang bangsa Israel saja. Yesus tidak pernah datang untuk meniadakan hukum taurat, 10 perintah Allah ini pun harus ditaati kita semua sebagai pengikut Yesus.  Ketiga, hukum ini disampaikan langsung oleh Allah kita, umat Israel takut untuk bertemu dengan Allah karena Allah yang menunjukkan diri berupa api. Sayang sekali mereka kehilangan kesempatan bertatapan muka dengan muka dengan Allah dan dipenuhi kemuliaanNya.  Kita tak perlu takut dalam mendengar dan menaati peraturan ini karena kemuliaan Tuhan akan memenuhi kehidupan kita.

Hukum pertama: Jangan ada padamu allah lain dihadapanKu ayat 7. Di zaman itu bangsa Israel dikelilingi oleh bangsa-bangsa yang menyembah allah.  Pertama allah-allah bangsa Kanaan yang berpusat pada kesuburan dengan allah terbesarnya Baal.  Kedua bangsa Israel juga dipengaruhi oleh kebudayaan Mesir yang merupakan penyembah banyak dewa.

Kata allah di perintah pertama ini memakai kata “elohiym” yang berarti Tuhan yang maha kuasa. Tuhan tahu bahwa dalam perjalanan ke tanah perjanjian bangsa Israel akan dihadapkan pada allah-allah yang tidak memiliki norma yang baik, bahkan berpusat hanya pada perayaan kesuburan yang ditunjukan dengan aksi-aksi bejat seperti pelacuran bakti, percabulan, pengorbanan orang dan penyembahan-penyembahan bejat lainnya.  Tuhan tahu kalau allah-allah lain ini pasti menarik perhatian bangsa Israel, karena jalan-jalan mereka tidak disertai dengan kewajiban untuk merubah diri dari jalan yang penuh dengan dosa kepada jalan Tuhan. Allah-allah ini memberikan jawaban yang menuju kepada kehancuran dan kerusakan moral dan kerusakan karakter bangsa Israel. Oleh sebab itu Tuhan berikan perintah tak ada allah lain dihadapan Yahweh.

Apakah kita memiliki allah lain? Apakah kita masih percaya dan menyembah dewa-dewa lain? Atau kita main-main dengan jimat serta kuasa kegelapan? Jangan sampai ada pada kita Allah lain selain dari pada Allah Abraham, Ishak dan Yakub yaitu Tuhan kita Yesus Kristus.

Kata Elohyim berarti “the greatest”, kata ini bisa berarti tempat dimana kita menaruh harapan terbesar, tempat kita melimpahkan kekuatiran kita, tempat kita bergantung, jadi dimanakah tempat ini? Allah kita atau harta kita? Allah kita atau karir kita? Allah kita atau keluarga kita? Jika ada hal lain yang membuat kita bergantung selain dari Allah kita telah melanggar perintah Dia yang pertama.  Walau kita baik-baik saja dan tak pernah merugikan orang namun kalau kita menaruh harapan kita pada hal lain, kita telah menyingkirkan Tuhan menjadi Elohyim kita. Dialah Elohyim kita, tempat kita bergantung, tempat kita menaruh harapan kita dan kita harus bisa memusatkan kehidupan kita pada Dia saja.

10 perintah Allah akan membuat kita menjadi umat Tuhan dan membuat kita menjadi manusia yang lebih baik. Pada artikel kali ini kita membahas latar belakang dari 10 perintah Allah ini dan juga membahas perintah pertama. Saya harap kita bisa mempelajari dan mentaati semua perintah ini. Dimulai dengan menjadikan Tuhan kita satu-satunya Elohyim dikehidupan kita.

Categories: Articles