Feeling Good is not Always Good

Reflection by Alicia Tani

Kata orang, tidak seharusnya orang Kristen feeling good, sebab masih begitu banyak orang yang belum
diselamatkan.

Orang Farisi tidak suka melihat Yesus dan murid-murid-Nya berpesta dan makan-makan. Mereka bertanya,
kenapa murid-murid Yesus tidak berpuasa?

Seringkali kita merasa kurang ‘rohani’ kalau kita senang, sementara ada begitu banyak orang yang menderita di sekeliling kita. PadahalTuhan ingin kita selalu bersuka-cita. Bersuka-cita di dalam Dia.

Tapi feeling good is not always good. Saul merasa senang saat dia mendengarkan Daud bermain kecapi
(1 Sam 16:23). Tapi dalam hal ini feeling good is not good for Saul. Kenapa? Saul tidak taat pada Tuhan
dan tidak bertobat dari kesalahannya. Saul menolak Firman Tuhan dan Tuhan menolak dia sebagai raja. (1
Sam l5:23)

Di dalam Alkitab kita pelajari, sering kali Tuhan murka terhadap seseorang, tapi kalau orang itu bertobat, Tuhan selalu mengampuninya. Celakanya Saul, bukan saja ia menolak untuk bertobat, yang lebih parah lagi
ia dikelilingi oleh orang-orang yang tidak mempunyai real discernment akan apa yang harus ia lakukan, tapi
mereka toh tetap memberikan nasihat pada Saul. Nasihat ngawur!

Adalah sangat mengerikan dikelilingi oleh orang- orang yang saudara percayai, tapi yang memberikan
bad advice! Mereka hanya peduli dengan physical comfortmu: ”Ah, mungkin kamu perlu holiday …. “, ”Just
relax, bagaimana kalu kita ngafe aja…”, “Udah, deh cari yang baru aja …, pindah gereja aja yang lebih seru …, baca buku ini …, baca buku itu …, pergi ke seminar ini …, ke seminar itu. . .”, but all the time ignoring the very thing God is highlighting in our lives!

Nasihat yang seperti ini membawa kita away from God walaupun kelihatannya rohani. Nasihat seperti demikian hanya berusaha mengurangi sakit tanpa menyembuhkan penyakitnya. Celakanya orang suka dengan nasihat yang seperti itu, enak didengar, encouraging. Tapi seringkali hal itu menghancurkan pembentukkan yang Tuhan sedang kerjakan dalam hidup mereka. Feel good sebentar, tapi lost forever!

Saat Daud memainkan kecapinya, roh jahat meninggalkan Saul untuk seketika dan Saul merasa enak, merasa lega. Tapi, feeling good seperti ini tidak baik untuk Saul dan bahkan berbahaya. Kenapa?

Pertama, perasaan bisa menipu. Contohnya, kalau kita sedang dalam keadaan sakit, kita ingin sesuatu untuk
meringankan sakit itu.Tapi sebetulnya kemampuan untuk merasakan sakit adalah suatu berkat, sehingga
kita tahu ada yang salah dalam tubuh kita. Adalah tidak bijaksana kalau kita Cepat – cepat makan panadol hanya untuk meringankan sakit, tanpa tahu penyebabnya.

Demikian juga jikalau kita mengalami masalah, kita perlu cari tahu penyebabnya, bukan malah lari atau
mencari hiburan sementara. Kita perlu datang kepada Tuhan, selidiki hati kita, apakah masalah yang terjadi
adalah alat Tuhan untuk merubah hal-hal yang Dia tidak sukai dalam hidup kita, atau mungkin adalah alat si iblis untuk kita menjauhiTuhan, kecewa pada-Nya, atau mungkin akibat kesalahan kita, sehingga kita perlu
bertobat dan kembali kepada-Nya.

Ibrani 4: 12 mengatakan, “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai mc misahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia
sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita”.

Kedua, good feelings seperti ini akan berangsur-angsur hilang. Setiap kali Daud main kecapi, Saul menjadi tenang. Tapi begitu Daud berhenti bermain Saul kembali menderita. Saat kita lari dari Tuhan, segala aktivitas yang kita lakukan hanya akan membuat kita feeling good untuk sementara. Kita harus berulang-ulang melakukan aktivitas tersebut supaya feel good, entah itu bekerja mati-matian di kantor, atau nge-drug, atau berjudi, sex, atau bahkan melayani di gereja siang dan malam.Tapi tanpa Tuhan, segala sesuatu yang kita lakukan hanya akan memberikan kita good-feeling sementara.

Jikalau saat ini engkau melakukan dosa, stop dan kembalilah kepada-Nya. Jangan jadikan aktivitas sebagai pain relieven Tuhan lah satu-satunya jawaban. Diluar Dia tidak ada kehidupan!

Good-feelings di dalam Tuhan tidaklah salah, bahkan sukacita di dalam Tuhan adalah sumber kekuatan
kita. Tapi di luarTuhan, feeling good is dangerous!

Categories: Articles