Khotbah 7 Februari 2016 – Unsur Kekristenan dalam Tahun Baru Cina

Penanggalan Cina adalah yang tertua di dunia. Catatan kronologi tertua ini telah dimulai dari Cina kira-kira tahun 2500 SM oleh Emperor Huang Ti, emperor pertama yang mempersatukan semua ras yang ada di Cina. Nama Huang yang artinya kuning, diambil dari Sungai Kuning, sungai ketiga terpanjang di Cina.

Penanggalan Cina memakai perhitungan siklus peredaran bulan,  berbeda dengan system Gregorian yang berdasarkan siklus solar (bumi mengeliling matahari). Lunar kalendar yang murni dipakai oleh umat Muslim dimana setiap tahun, lunar system ini kekurangan 11 – 12 hari. Tetapi system lunar Cina dikaitkan dengan sistem solar yang membuat setiap 2-3 tahun ada bulan yang double (lun gwee). Oleh karena itu Chinese New Year harinya hanya bergeser di antara Januari dan Februari.

Tahun kalender Cina memakai nama 12 binatang. Menurut cerita, suatu hari Budha mengumpulkan semua binatang yang ada di bumi tetapi hanya 12 binatang yang datang. Sapi yang paling rajin kerja, dia muncul duluan. Tetapi Tikus lebih pintar daripada sapi dan dia menyolong ke depan Sapi begitu udah mau sampai ke hadapan Budha sehingga urutannya dimulai oleh Tikus.

Selain nama binatang, dalam siklus itu juga ada 5 elemen yaitu air, kayu, bumi, api dan metal. Tahun 2016 adalah tahun Monyet Api. Oleh karena itu siklus penuh adalah 60 tahun sekali. Sistem elemen ini tidak berurutan seperti urutan nama binatang di atas.

Di dalam 4500 tahun sejarah Cina ini, tahukah bahwa untuk 2000 tahun pertama, orang Cina itu menyembah satu Allah pencipta. Bangsa Cina dibilang sebagai keturunan dari Sem. Bahkan orang Indonesia yang termasuk dalam rumpun Melayu, juga sebenarnya berasal dari Cina. Sedangkan Indonesia Timur masuk ke suku Polynesia.

Dr. James Legge, seorang professor dari Oxford University dan seorang misionaris dan sinologis yang diakui oleh dunia. Sinologis ini adalah ilmu tentang negara Cina, orang dan budaya dan segala sesuatu tentang Cina. Di dalam bukunya ‘The Religions of China’, dia menulis bahwa agama asli Cina adalah monotheism, satu Allah yang mereka sebut sebagai Shang Ti yang arti harafiah: the highest Emperor, Primordial Emperor, Ancestral God, atau El-Elyon dalam bahasa Ibrani (The Most High)

Memang Cina sekarang kebanyakan memeluk agama Confusius dan Budha, tetapi sebelum Confusius dan Budha, mereka menyembah dan percaya kepada Shang Ti ini. Confusius dan Budha tidak memperkenalkan agama tetapi etika dan moral (way of life).

Beranjak dari Confusius ini, orang Cina ‘belajar’ menyembah nenek moyang. Memang menyedihkan, China yang tadinya monotheisme (One God) menjadi politheisme (many gods). Pada tgl 1 Oktober 1949 ketika Mao Tse Tung mulai memerintah Cina, para misionaris asing diusir. Selain itu Mao juga menangkap orang orang Kristen itu sendiri. Orang orang tidak diperbolehkan menyembah Allah (allah manapun juga) dan Cina menganut paham komunis. Sehingga Cina beralih dari One God – many gods, menjadi no God.

Akhir akhir ini Kekristenan mulai bangkit lagi di Cina. Tahun lalu saya mengunjungi Guang Zhou dan Shen Zhen. Kekristenan tidak bisa dihilangkan dari Cina. Begitu Mao meninggal, Cina mulai terbuka dan orang orang Kristen ternyata masih ada banyak di Cina.

Ibarat sejarah Cina, sering/banyak dari kita, waktu muda percaya akan adanya satu Tuhan, tetapi ketika kita bertumbuh dan mulai memasuki dunia usaha, ada Tuhan lain di dalam hidup kita. Entah itu uang, karir, sekolah, pasangan maupun keluarga yang menjadi Tuhan lain. Dan akhirnya ketika sudah mantap dan berhasil, kita menjadi over confident dan kita hidup seakan akan tidak ada Tuhan.

Saudara saudara, jangan sampai kita menjadi seperti ini. Saya kenal beberapa pendeta yang dulunya aktif di pelayanan, sekarang tidak lagi dan ketika ditanya, mereka menjawab udah pensiun. Sebagai orang Kristen kita tidak akan pernah pensiun melayani Tuhan selama masih ada di dunia ini. Kalau tugas kita di dunia ini sudah selesai tentu Tuhan akan panggil pulang, sebab tempat/rumah kita bukan di dunia ini. Di dunia ini hanya untuk sementara.

Perayaan Chinese New Year mempunyai banyak kesamaan dengan tradisi orang Yahudi. Serupa tetapi tidak sama. Di dalam setiap perayaan Chinese New Year, ada barongsai yang selalu ada. Menurut legenda, ada seekor naga dengan muka singa. Naga ini disebut Nian dan dia kejam dan jahat dan naga ini selalu memakan manusia pada malam tahun baru dan korban mereka biasanya anak anak kecil karena mereka yang paling lemah.

Kepercayaan ini adalah bukti pengetahuan orang Cina akan adanya setan. Dalam kitab Wahyu 12:9, juga ditulis ada naga besar, ular tua yang disebut Iblis. Sedangkan petasan dan warna merah dipakai untuk mengusir si naga ini. Sama seperti darah Kristus yang mengalahkan Iblis.

Keluaran 12:4  juga menyebutkan makan bersama, sama seperti Home Coming Dinner yang selalu ada di malam tahun baru Cina. Dalam tradisinya, menu yang harus selalu adalah boiled dumpling, ikan dan nian gao (kue keranjang).

Keluaran 12:7 disebutkan darah harus dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas rumah. Demikian juga dengan tahun baru Cina, orang Cina juga menghiasi pintu mereka dengan kain merah.

passover door blood redDoor

Dalam ucapan orang Cina, tahun baru Cina adalah Guo Nian yang artinya the passing of the beast dan disebutkan juga dalam Keluaran 12:23 bahwa Aku akan lewat. Guo Nian = Passover

Hal lain yang sama ada di dalam ayat 15, disebutkan bahwa buanglah semua ragi dari rumahmu dan ayat 16, tidak boleh dilakukan pekerjaan apapun. Ini mirip dengan kebiasaan orang Cina yang giat membersihkan rumah mereka sebelum Tahun Baru Cina. Sedangkan pada waktu tahun baru Cina semua alat bersih bersih seperti sapu, kain pel harus disembunyikan.

Dalam Keluaran 12: 35, dikatakan orang Israel meminta barang barang emas dari orang Mesir, mirip seperti tradisi orang Cina memakai baju dan perhiasan baru di hari tahun baru Cina.

Sebagai penutup, mari kita belajar huruf Cina ‘Fook’ ini. Dalam bahasa Cina, God Bless You adalah Sang Ti Cuk Fuk Ni, dan artinya ‘Fook’ ini adalah berkat. Terdiri dari gabungan 3 kata, yaitu With the Divine, One Man, dan In a Garden. Orang Cina menggambarkan berkat dengan baik, yaitu hidup di taman (Firdaus/Surga) bersama Tuhan. Itulah berkat yang sesungguhnya. Luar biasa sekali.

fook

Biarlah dalam merayakan Tahun Baru Cina ini kita boleh benar benar mendapatkan berkat (Fook), melalui darah Kristus (Passover = Guo Nien).

Happy Chinese New Year!

Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *