Rangkuman khotbah 6 September 2015 – Pdt. Minjaya Tani

Banyak orang sedang concern dengan keadaan dunia yang belum stabil ekonominya. Ada yang berhasil keluar dari GFC tetapi ada yang makin terpuruk juga. Di Indonesia sendiri, ada berita heboh dengan anggota DPR yang melenceng dari tugas kenegaraan di USA. Dollar Amerika juga semakin naik nilai tukarnya terhadap Rupiah.

Kita tinggalkan sejenak keadaan ekonomi yang ada dan kita lihat 2 Timotius 2:14-26.

Hal pertama yang bisa kita lihat adalah:

  1. Firm Foundation

Ayat 14 berbicara tentang orang orang yang omong kosong dan yang menyimpang dari kebenaran. Kita harus punya dasar yang teguh. Ada banyak teori dan doktrin yang akan kita dengar dan hanya akan membuat kita bingung dan hilang arah. Bahkan banyak pendeta pendeta besar yang mengatakan hal yang berlawanan satu sama lain. Apalagi di akhir jaman ini makin banyak orang y ang menyesatkan. Kita harus mempunyai fondasi yang kuat.

Apa fondasi yang kuat itu? Bukan teologi, pendapat atau pengajaran tetapi adalah Yesus itu sendiri sehingga untuk mempunyai fondasi yang kuat, saudara tidak harus belajar teologi atau Alkitab saja. Fondasi yang kuat itu adalah Yesus itu sendiri yang perlu kita kenal.

Kita kadang suka ingin tahu pelajarang mana yang sesat dan yang sesat itu terlalu banyak untuk dikenal. Karena yang sesat itu ada sedikit kebenarannya.

Seorang pegawai bank bisa mengenali duit palsu dengan mengenal duit yang asli saja. Ada banyak macam variasi uang palsu itu dan susah untuk keep track. Dengan mengenal yang asli, dengan gampang uang palsu itu akan ketahuan.

Satu satunya jalan untuk mempunyai firm foundation adalah dengan bergaul dekat dengan yang asli sehingga akan tahu yang palsu. Jesus is the Rock dan Dia tidak pernah berubah apapun yang terjadi. Firm foundation is important so that we are not being tossed around in confusion. Dan di atas fondasi inilah kita membangun segala sesuatu.

 

  1. Tuhan mengenal kepunyaanNya (Known by Him)

Perlu make sure Tuhan pun mengenal kita bukan hanya kita yang mengenal Tuhan. Dalam perumpamaan 5 gadis bijaksana dan 5 gadis bodoh. Ketika 5 gadis bodoh itu dating kepada Tuannya, Ia berkata bahwa tidak mengenal mereka. Tuhan tidak akan mengenal kita kalau kita hanya ikut-ikutan mengenal Dia. Matius 7:21-23.

Bagaimana untuk dikenal oleh Tuhan? Kuncinya ada di Yohanes 10:14-15. Satu satunya yang Tuhan kenal adalah domba dombaNya. Saudara domba bukan?Kalau iya, domba siapa? Sebab yang Tuhan kenal adalah domba dombaKu. Bukan domba gereja A atau gereja B.

2 Timotius ditulis Tuhan mengenal kepunyaanNya. Hanya ini yang Tuhan kenal, domba dan kepunyaannya.

Kita yang terpanggil keluar dan yang memberitakan perbuatanNya itulah yang menjadi kepunyaanNya – 1 Petrus 2:9.

Bagaimana menjadi Domba dan kepunyaanNya? Sampailah kita ke point ketiga.

 

  1. Useful Vessels

Sebelum kita melihat ayat 21, kita melihat ada beberapa kata dulu di ayat 20 yaitu kata perabot atau skeuos dalam bahasa Yunani. Artinya: “Of uncertain affinity; vessel, implement, equipment or apparatus (literally or figuratively [specifically a wife as contributing to the usefulness of the husbank]): – goods, sail, stuff, vessel.

Kata yang lain adalah euchrestos; easily used, that is, useful: – profitable, meet for use. Kata euchrestos hanyak muncul dalam 3 kali dalam Alkitba yaitu di 2 Timotius 4:11, dan di Filemon 11.

Kata berikutnya adalah despotes: dalam bahasa Indonesia: Tuannya; an absolute ruler, Lord, master.

Kembali ke kata perabot, kita harus berfungsi sesuai dengan funsi kita. It is not up to us, tetapi up to Him, the despotes.

Dan di dalam sebuah rumah yang besar ada perabot yang mulia dari emas dan perak dan ada yang kurang mulia. Seolah olah Tuhan menciptakan ada yang mulia dan kurang mulia, tetapi bukan begitu halnya. Tuhan tidak ciptakan yang kurang mulia. Tetapi jangan salah, yang kurang mulia itu tetap ada. Bukan mereka yang kurang talenta yang kurang mulia.

Dalam 1 Korintus 3 : 11-15 dikatakan yang mulia dan kurang mulia bukan kerena Tuhan tetapi dengan bagaimana kita membangun di atas fondasi itu.

Bagaiman agar kita dikenal Tuhan, yaitu dengan menjadi perabot yang useful sama seperti kita mengenal perabotan kita sendiri di rumah.

Untuk menjadi useful kita juga harus berada di dalam rumahNya. Bukan berarti kita semua harus menjadi pendeta tetapi kita haru conect dengan rumahNya. Tanpa menjadi bagian dari rumah Dia, tidak bisa kita menjadi useful.

Sebuah container baru akan bisa dipakai kalau dia bersih dan kosong. Demikian juga kita harus menyucikan diri kita sendiri dan menjadi available.

 

Saya ingin menutup khobah hari dengan cerita D.L Moody yang lahir di Massachusetts di tahun 1930 dan mempunyai 7 saudara kandung. Dia tidak lulus SD kelas 5 tetapi dia pintar dalam selling. Dia percaya kalau dia bisa mendapatkan 100 ribu dollar ketika dia remaja tetapi tahun 1855, ada teman bekas guru sekolahnya challenge dia untuk menyerahkan hidupnya untuk Yesus. Sejak saat itu dia menjadi pengikut Kristus dan cita citanya untuk mempunyai 100 ribu dollar tidak penting lagi bagia dia. Dia menginjil tidak hanya di Amerika tetapi ke Inggris juga, suatu hal yang tidak gampang pada waktu itu. Perjalanan yang penuh risiko dilakukan D.L Moody dan dia mendirikan Moody church dan Moody Bible Institute. Dia meninggal 22 Desember 1899. Quote terkenal dari dia adalah “ I know perfectly well that, wherever I go and preach, there are many better preachers than I am, all that I can say that the Lord uses me.”

Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *