Rangkuman khotbah 16/08/2015 – Arvin Atmadja

Penduduk Korintus kebanyakan orang orang kafir, dan tentunya gereja di Korintus juga mempunyai masalah yaitu immorality, keserakahan dan penyembahan berhala.

Gereja dari awal memang tidak lepas dari masalah. Masalah yang semestinya tidak harus ada karena kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus.

Ada quote “Church is a hospital for sinners, not a rest home for saints”. Kita tahu gereja adalah kumpulan orang orang berdosa yang sudah ditebus dosanya. Paulus di dalam suratnya menulis bagaimana seharusnya kita bergereja. Kita melihat Paulus banyak memberkati dan memberi orang, dan juga sebaliknya Paulus juga diberkati oleh banyak orang. Church is a community of love.

Kita sering mendengar bahwa kita harus menjadi berkat buat orang lain but how? Basically dengan hal yang sudah Tuhan beri buat kita, yang unik untuk setiap kita. Baik dengan kepintaran, kekayaan materi ataupun generousity bisa menjadi berkat buat orang lain.

Jemaat di Korintus adalah sebuah bangunan. Di mana mana sebuah bangunan itu pasti ada fondasi yang menopang. Ciri ciri bangunan Allah yaitu bangunan yang mempunyai Yesus sebagai fondasi dengan material yang tahan uji.

Dasar dari bangunan adalah Yesus Kristus, tidak masalah siapa yang bangun. Fondasi secara general dalam dunia engineering adalah untuk menopang dan biasanya tidak terlihat. Jarang terlihat fondasi sebuah gedung, lebih terlihat bangunannya. Dengan melihat bangunan yang di atas kita bisa melihat fondasinya kuat apa tidak. But it is argueable, bangunan yang besar bisa saja roboh kalau fondasinya jelek.

Common sense, semakin besar bangunan itu harus semakin kuat fondasinya. Gereja yang besar tidak akan bisa ditopang kalau tidak ada fondasi yang kokoh.

Apa maksudnya Yesus sebagai fondasi sebuah gereja? Di dalam Lukas 6:46 – 49, Yesus memberikan perumpamaan bagaimana seseorang itu harus mendirikan rumah. Yesus ingin kita

  1. Datang
  2. Mendengar
  3. Lakukan

Setelah fondasi, Paulus berbicara tentang bangunan di atasnya. Tidak bisa sembarangan membangun bangunan di atas. Seperti ketika Salomo membangun bait suci Allah, sebuah bangunan yang indah dan megah karena isinya barang barang berharga.

Bangunan yang telah didirikan akan diuji oleh waktu dan api dan oleh karena itu material yang dipakai sangatlah penting. Dan begitu terbakar oleh api, jika material kita bagus dan terbuat dari batu, Tuhan masih akan spare hidup kita.

Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *