Khotbah 15 May 2016 – Pentecost

Hari ini kita merayakan hari Pentakosta. Kohtbah2 pada hari Pentakosta biasa diambil dari Kisah Para Rasul mengenai pencurahan Roh Kudus secara masal, segala sesuatu yang berhubungan dengan Roh Kudus, termasuk kesembuhan, speaking in tongue.

Tidak ada yang salah dengan semua di atas, tetapi semuanya itu hanya yang kelihatan. Mari kita melihat yang tidak kelihVUOT atan, yang ada dibalik semua ini supaya kita semakin mengerti arti Pentakosta ini.

Selama ini melihat Pentakosta hanya berbicara tentang Roh Kudus but it is more than that. Sebenarnya hari Pentakosta berasal dari hari raya Yahudi yaitu Shavuot.

Shavuot ini, orang Yahudi harus pergi ke bait Allah, Shavuout adalah salah satu dari tiga hari raya ini dimana mereka harus mengunjungi bait Allah di Yerusalem. Shavuot ini berada di tengah tengah, setelah perayaan Paskah dan sebelum Hari Pondok Daun.

Hari Shavuot ini mereka harus memberikan hasil pertama mereka. Dan mereka membawa barley atau wheat ke bait Allah pada hari Shavuot, dan membawa Olive di Hari Pondok Daun.

Ketiga perayaan ini sangat penting dan Shavuot adalah perayaaan yang kedua.

Shavuot dihitung dari hari kedua Paskah dan 7 minggu setelahnya. Apa yang terjadi di hari Shavuot ini. Kita tahu bahwa perayaan perayaan ini ada mulai ada dari jaman keluarnya orang Israel dari Mesir.

Pada Nisan 10, setiap keluarga harus menyembelih satu domba untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Darahnya kemudian dilumurkan di tiang tiang pintu dan dagingnya dimakan dengan roti tidak beragi dengan cepat cepat oleh semua anggota keluarga.

Kemudian Exodus ini mulai 420 tahun setelah orang Israel pertama kali tiba di Mesir dan pada waktu itu ada sekita 600 ribu laki laki (berarti kira kira ada 1.5 juta) orang. Tetapi 5 hari kemudian Firaun mengirim tentaranya untuk mengejar orang Israel ini. Nisan 21, orang Israel menyebrangi  laut Merah.

Nisan 24, mereka tiba di Mara, dimana Tuhan mengubah air yang pahit menjadi manis untuk orang Israel minum.

Sebulan kemudian, orang Israel complain soal makanan dan mereka mendapatkan manna dan kemudian mereka sampai Revidi dekat dengan gunung Sinai dan mereka diserang oleh orang Amalek.

Setelah 45 hari dari hari keluar orang Israel dari Mesir, mereka tiba di padang gurun Sinai. Di sini mereka berkemah di kaki gunung. Musa kemudian naik ke atas dan menerima Taurat . Pada hari Sabat, 7 minggu setelah Exodus, orang Israel menerima Taurat ini dan ini kemudian dikenal sebagai hari Shavuot. Ini  arti dari Shavuot yaitu Tuhan memberikan dan orang Israel menerima Torah.

Kata Pentakosta berasal dari kata pentekoste – yang ke 50 dari Passover. Kita ingin melihat hubungan Shavuot dengan Pentakosta.

Pada Shavuot, bangsa Israel menerima Taurat. Pada Pentakosta, orang Kristen bukan hanyan menerima Taurat, tetapi juga Tuhan itu sendiri melalui Roh Kudus. Sehingga kita tidak lagi hidup dibawah hukum tetapi hidup dibawah Tuhan.

Hukum itu tidak ditulis pada loh batu tetapi loh hati. Sejak semula hukum ini bukan pada loh batu tetapi pada hati kita.

Dalam 2 Korintus 3, pada ayat 6 dicatat bahawa hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan. Hukum yang  tertulis mematikan karena ditulis di batu yang mati, bukan di hati.

Oleh karena itu kita melihat pada hari Pentakosta, banyak  orang yang bertobat kerena mengena di hati. Kita tidak melihat ada pertobatan2 di perayaan Shavuot.

Bukan berarti hukum pertama ini tidak penting. Hukum pertama ini dibutuhkan untuk menyadarkan manusia akan yang salah dan yang benar. Tanpa yang pertama ini tidak ada absolute truth. Akhir akhir ini absolute truth ini mau diselewengkan. Akhir akhir ini ada satu buku yang popular tetapi meyesatkan, yang berjudul ‘ Conversation with God’. Kelihatannya buku ini benar sekali, dan ditulis dalam bentuk conversation. Tetapi buku ini berbahaya. Dalam versi buat youth, ada petikan percakapan antara seorang anak muda dengan Tuhan. Anak muda: ‘Orang tua saya tidak memperbolehkan saya tinggal dengan pacar saya karena itu dosa”. Tuhan menjawab: “Dosa sama siapa?” Sungguh berbahaya sekali.

Hal yang sering di missed out adalah conviction dalam hati kita, karena kuasa Roh Kudus yang sering ditonjolkan di dalam khotbah2.

Hari Shavuot juga sering diibaratkan sebagai hari perkawinan antara Tuhan dengan bangsa Israel. Pada hari Shavuot mereka membuat perjanjian antara Allah dan bangsa Israel., seperti marriage vow. Sangat menarik hari Pentakosta disebut sebagai hari lahirnya gereja Tuhan waktu Roh Kudus dicurahkan secara massal. kIta juga tahu dari Alkitab bahwa gereja itu adalah mempelai Tuhan.

Setelah perkawinan, kita tahu bahwa seorang mempelai perempuan akan menjadi milik suaminya. Kalau kita benar mempelai Tuhan, kita akan bisa berkata bahwa hidupku bukannya aku lagi tetapi Tuhan dalamku.

Pengertian ketiga, Shavuot ini adalah tentang hasil sulung gandum, baik barley maupun wheat atau olive. Dalam Imamat 23, dijelaskan bahwa 50 hari setelah Paskah, mereka harus membuat roti beragi. Roti beragi harus ditunggu berarti tidak terburu buru sehingga bisa meriah.  Kalau dulu TUhan berikan hasilnya, berkat sekarang Pentakosta, Tuhan berikan rohNya.

Dulu bangsa Israel memberikan buah sulung pada Shavuot, pada Pentakosta, Tuhanlah yang memberikan buah sulung kepada kita.

Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *