Pembawa berita

by Rev. Mindjaja Tani

Kuta, Bali – Clayton, Melbourne; Jalan Legian – Monash Uni; Sari Club – Robert Menzies Building… Apa hubungan kedua tempat yang secara geografis letaknya berjauhan, di negara yang berlainan, dengan iklim cuaca yang berbeda.

Satu persamaan dari kedua tempat tersebut: di sana terjadi tragedi yang sangat menyedihkan, pada waktu yang hampir bersamaan, yang memakan korban orang- orang yang tidak bersalah (bukan tidak berdosa!).

Saat mendengar berita pemboman di Bali, 12 Oktober, kita semua terkejut. Tetapi buat kebanyakan dari kita yang tinggal dan bersekolah di Melbourne, merasa masih oukup aman, sampai minggu berikutnya hari Senin, (21 Oktober, saat kita semua dikejutkan dengan berita penembakan di kampus (lebih tepat didalam kelas) Monash Uni. Clayton.

Apa yang terjadi di dunia ini! Belum lagi berita pemboman di Filipina, penembak misterius (sniper) di Washington, Amerika, penyanderaan di Theatre di Moscow, Rusia, dsb. dsb. Sungguh mengerikan! Masih adakah tempat yang aman di dunia ini?

Sebenarnya semua tempat di dunia ini aman, asal kita punya Yesus sebagai Juruselamat. Tanpa Yesus, dimanapun anda berada, tidaklah aman. Di dalam Yesus kita punya jaminan keselamatan, bahkan keselamatan kekal. Dan sesudah la mencapai kesempumaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya, (Ibrani5:9).

Wow, ini adalah Kabar Baik dari antara begitu banyaknya kabar-kabar buruk, yang seperti setetes air di padang gurun (kalau hujan tidak turun-turun sebentar lagi Australia akan menjadi padang gurunl). Benarkah masih ada Kabar Baik? Banyak orang tidak percaya lagi bahwa ada kabar baik, karena setiap hari sudah dipenuhi dengan kabar-kabar buruk. Bahkan bagi kebanyakan orang, lebih mudah untuk menerima kabar buruk daripada kabar baik. Tetapi ketahuilah, bahwa Kabar Baik itu masih ada, dan sangat berharga. Itu sebabnya Alkitab menulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!” (Roma 10:15).

Dunia yang penuh dengan kabar buruk ini memerlukan Kabar Baik. Dan sungguh, kedatangan mereka yang membawa Kabar Baik selalu ditunggu-tunggu.

Pertanyaannya sekarang adalah siapakah yang akan membawakan Kabar Baik ini?

Banyak yang berpikir, itu adalah tugasnya para pendeta, pastor, imam, dan penginjil. Memang betul, bahwa ini adalah tugas mereka. Tetapi membawa Kabar Baik ini tidak terbatas pada mereka saja. Kita semua yang telah diselamatkan oleh kasih karuniaNya diberikan mandat untuk memberitakan Kabar Baik. Yesus berkata bahwa Dia datang ke dunia ini untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang (Lukas 19:10). Dan sejenak sebelum Dia meninggalkan dunia ini, la berkata: Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” (Yohanes 20:21).

Dalam hati yang terdalam dari setiap orang Kristen sejati, ada kesadaran bahwa kita berada di muka bumi ini untuk suatu tujuan yang lebih besar dari sekadar memiliki karir, kedudukan, uang, mengasihi keluarga, dan memenuhi kewajiban kita sebagai warganegara yang baik. Ada suatu kekosongan dalam kehidupan banyak orang percaya yang perlu dipenuhi. Tuhan ingin kita menjadi pembawa Kabar Baik Nya, menjadi dutaNya, yang mula-mula menerima kasihNya, dan kemudian dengan penuh semangat menawarkannya kepada setiap orang yang memerlukannya.

Bagaimana kita dapat melakukannya? Saudara tidak perlu menjadi seorang pendeta, pastor, imam ataupun penginjil profesional untuk memberitakan Kabar Baik itu. Bahkan tidak banyak yang Tuhan panggil untuk meninggalkan jala dan profesinya untuk menjadikan pelayanan sebagai karir.

Tetapi sebagai seorang student saudara dapat , sebagai seorang karyawan saudara bisa, sebagai seorang bisnisman saudara mampu. Apapun fungsi saudara, ‘Yes, you can !’ beritakan Kabar Baik.

1. Saudara dapat memberitakan Kabar Baik itu di kampusmu, kantor tempat kerjamu, perusahaan tempat usahamu, …dimana saja.

2. Saudara dapat memberitakan Kabar Baik itu disaat engkau belanja, makan, belajar, bekerja, bermain, …kapan saja.

3. Saudara dapat sampaikan Kabar Baik itu kepada teman sekelasmu, teman sekerjamu, teman se-bisnis-mu, teman se-train-mu, teman…siapa saja.

Dan ketahuilah bahwa Dia yang memberikan mandat ini kepadamu, Dia menyertai engkau senantiasa sampai kepada akhir zaman (Matius 28:20). Janji ini bukan hanya jaminan bahwa Dia menyertai dan melindungi kita, tetapi juga menyatakan bahwa: saat kita melakukan bagian kita dalam mandat ini, Dia akan lakukan bagian-Nya, yaitu membuat usaha itu berhasil/berbuah. Yesus meyakinkan kita bahwa saat kita melaksanakan kehendakNya, kita akan menghasilkan dampak maksimum (maximum impact) pada dunia sekitar kita. Kita akan melihat jiwa demi jiwa datang kepadaNya, dan menjadi pembawa-pembawa berita berikutnya yang penuh semangat.

“Pergilah,” demikian saya dapat mendengarnya berkata: ‘Beritakan Kabar Baik yang merubah moral yang bejat menjadi benar di hadapan Tuhan. Beritakan Kabar Baik dimana orang berdosa dapat menemukan kasih karunia dan pengampunan. Beritakan Kabar Baik yang membawa jiwa-jiwa terhilang kembali kepada Bapa. Beritakan Kabar Baik yang penuh pengharapan. Pergilah, dan saat anda lakukan, orang-orang di sekitarmu akan respon. Dan ketahuilah bahwa engkau melakukan bagianmu untuk merubah dunia ini.’

‘Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!’ Roma 10: 13-15.

Engkaulah pembawa berita itu.

Dari gembalamu.

Categories: Articles