Never Changing God

1Pet 1:3 terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmatNya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan.

Betapa beruntungnya bagi kita semua yang mempunyai Allah yang begitu luar biasa dan sangat dahsyat. KasihNya tidak akan dan tidak pernah berubah. PertolonganNya tidak pernah terlambat. Pernah enggak sih kita dihadapi suatu masalah yang sangat berat sehingga rasanya kita udah putus asa, putus asa akan segalanya. Dari putus asa akan usaha kita, putus asa akan Tuhan, bahkan putus asa akan hidup kita sendiri.

Petrus merupakan salah satu murid Tuhan Yesus yang paling berani, confident, dan selalu punya tekat yang kuat. Tetapi kemudian pada saat dihadapi suatu masalah yang sangat berat, Petrus yang tadinya begitu kuat dan gigih menjadi sangat stress bahkan ingin sekali lari dari kenyataan kehidupan yang dialaminya pada saat itu. Pada saat Tuhan Yesus ditangkap, diadili bahkan divonis mati dengan salib, Petrus yang tadinya begitu berapi-api langsung merasa down kerana Tuhan Yesus yang dia begitu kasihi ditangkap. Saking stressnya, Petrus bahkan menyangkal Tuhan Yesus 3 kali dalam arti tidak mau mengakui Tuhan Yesus lagi.

Bukankah sering kali pada saat kita menghadapi masalah, kita berubah menjadi Petrus. Kita menjadi males ke gereja, kita jadi males berdoa, baca alkitab, intinya enggak mau percaya Tuhan lagi deh. Tetapi di dalam masalah yang berat ini, Petrus masih menantikan Tuhan, sehingga pada saat Tuhan menampakan diri kepada murid-muridNya di tepi danau, Petrus langsung terjun mendatangi Yesus.

Memang Tuhan kita Allah yang tidak pernah berubah, kasihNya selalu kekal dan janjiNya tidak pernah dilupakan. Yesus berkata dalam Yoh 14:18,”Aku tidak akan meninggalkan kamu.” Tuhan tidak pernah meninggalkan Petrus. Dia bangkit lagi dan Dia bangkit untuk Petrus dan untuk kita semua. Petrus kemudian pun bertobat dan lahir kembali: Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus kristus, yang karena rahmatNya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus.

Ketahuilah bahwa Tuhan selalu bersama dengan kita. Dia selalu bersama kita, terutama pada saat kita sedih. Mungkin kelihatanya seperti Tuhan meninggalkan kita, tetapi yang terjadi sebenarnya adalah Tuhan sedang berperang di dalam masalah kita. Melalui masalah, kita dapat lebih bertumbuh, lebih dewasa dan lebih berhikmat.

Kalau kita bertahan di dalam masalah kita, dan terus bersandar kepada Tuhan di dalam kepelikan kita, sama seperti Petrus, kita akan melihat kemuliaan dan rahmatNya yang besar. Janganlah kita melihat betapa besarnya masalah itu, melainkan kita perlu melihat betapa besarnya Tuhan yang jauh melebihi masalah itu sendiri. Dan kemudian kiat akan melihat bagaimana Tuhan bekerja secara luar biasa di dalam masalah kita. Hang in there, God is with us. His love never changed.

By: Cipto Prakoso

Categories: Articles